Fotografer itu jangan manja!
Apalagi banyak alasan. Ini itu. Foto memfoto itu adalah pleasure. Ketika dijadikan beban, hancurlah mood. Kita selalu berhasrat, bernafsu untuk mengambil gambar sebaik mungkin. Akhirnya mata kita tidak terbuka terhadap berbagai kemungkinan yang lebih baik.
Contohnya tadi pagi. Begitu turun dari bus di selatan Tugu, saya hampir tidak menemukan mood. Kemudian saya coba duduk sebentar 2-3 menit. Lihat sekeliling, beberapa angle sudah pernah saya ambil. Situasi yang lewat pun sama dengan waktu saya nongkrong di situ setahun silam. Akhirnya mata saya menuju sebuah sisa air hujan yang semalam mengguyur kota.
Tanpa pikir panjang saya langsung menuju air itu untuk melihat seberapa besar refleksi yang bisa saya dapatkan. Dan viola! Langit cukup cerah dengan posisi kamera sangat sangat low angle, saya bisa mendapatkan refkelsi penuh Tugu Jogja.











awiem 6:36 AM pada 14/02/2010 Permalink |
betul, jangan manja, dan jangan jumawa karena punya alat yang mahal, misalnya… salam, sesama pecinta fotografi dengan alat ala kadarnya
suprie 10:06 AM pada 04/03/2010 Permalink |
wogh, emang harus mood dan aware sih, harus pinter pinter cari angle..
ah tapi itu semua sebatas teori gw masih kudu banyak aware ke lingkungan…
sp 11:55 AM pada 10/02/2011 Permalink |
ah bisa saja si Mas ini …